-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trennews.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Video Terpopuler

    Tren Topik

    Setelah harga Pertamax Naik, Harga Pertalite dan LPG 3 Kg Naik?

    Sabtu, 16 April 2022, April 16, 2022 WIB Last Updated 2022-04-17T03:59:53Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     

    sumber: www.cnbcindonesia.com 
     
    Trennews.idJAKARTA - Setelah pertamax alami kenaikan harga, akhir-akhir ini, warga mulai kembali dikagetkan dengan isu rencan penaikan harga pertalite serta penunjang kebutuhan pokok masyarakat seperti Gas LPG premium 3 kilo gram. Belum lama ini, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan buka-bukaan soal kenaikan harga gas Elpiji 3 kg bakal naik. 
     

    "Overall (secara keseluruhan) akan terjadi (kenaikan) nanti Pertamax, Pertalite, kalau Premium belum. Juga gas yang 3 kg (akan naik). Jadi bertahap, 1 April, nanti Juli, bulan September, itu nanti bertahap akan dilakukan oleh pemerintah," kata Menko Luhut Pandjaitan, waktu lalu.

     

    Dia menyebut, pemerintah akan melakukan perhitungan dengan cermat dan sosialisasi terkait rencana kenaikan tersebut.

     

    "Semua akan naik, nggak ada yang nggak akan naik itu. Jadi hanya bertahap kita lakukan. Ada yang disubsidi, masih tetap yang untuk rakyat kecil, seperti misalnya LPG 3 kg dari 2007 tidak naik harganya kan tidak fair," jelasnya.

    Tapi, dia memastikan kalau kenaikan itu dilakukan secara bertahap nantinya.

    Namun, dia belum menjelaskan lebih lanjut soal rencana tersebut.

     

    Dia mengungkapkan Indonesia masih beruntung karena bisa mengelola ekonomi dengan lebih baik sehingga dampak konflik kedua negara tersebut tidak terlalu besar.

    Diketahui, harga Pertamax naik menjadi Rp12.500 per liter per 1 April 2022.

    Rancan pemerintah ini tampaknya serius untuk menaikkan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi tabung 3 kilo gram (kg) pada tahun ini.

     

    Setelah sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah bakal menaikkan harga LPG 3 kg dan tengah mengkajinya, kini hal senada diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.

     

    Arifin mengatakan, pemerintah dalam jangka pendek akan melakukan penyesuaian formula LPG 3 kg dan dalam jangka menengah akan melakukan penyesuaian harga jual eceran untuk mengurangi tekanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan menjaga inflasi.

     

    Menurutnya, langkah ini sebagai bentuk respons pemerintah atas melonjaknya harga minyak dan LPG dunia.

     

    Dia menyebut, lonjakan harga minyak dunia juga turut memicu kenaikan harga minyak mentah Indonesia (ICP) pada Maret mencapai US$ 98,4 per barel. ICP ini jauh di atas asumsi APBN yang hanya mengasumsikan sebesar US$ 63 per barel.

     

    Begitu juga dengan harga LPG internasional yang merujuk pada Contract Price (CP) Aramco yang telah mencapai US$ 839,6 per metrik ton. Sementara asumsi awal pemerintah hanya di kisaran US$ 569 per metrik ton. 

     

    "Untuk menjaga ketersediaan LPG dan mengurangi impor, dalam jangka pendek, akan dilakukan peningkatan pengawasan pendistribusian LPG 3 kg tepat sasaran, kerja sama dengan Pemerintah Daerah dan aparat penegak hukum, dan melakukan uji coba penjualan dengan aplikasi MyPertamina di 34 kabupaten/kota do 2022, serta melakukan penyesuaian formula LPG 3 kg," tuturnya saat Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (13/04/2022) dikutip dari cnbcindonesia.com.

     

    Sementara untuk jangka menengah, pemerintah akan melakukan substitusi kompor LPG dengan kompor induksi (listrik), jaringan gas kota (jargas) yang diharapkan mencapai 1 juta rumah tangga per tahun. Kemudian, mengubah skema subsidi yang kini berbasis pada komoditas menjadi subsidi langsung ke penerima. Serta, substitusi dengan Dimethyl Ether (DME) untuk mengurangi 1 juta metrik ton LPG pada 2027.

    "Dan penyesuaian harga jual eceran untuk mengurangi tekanan APBN dan menjaga inflasi, serta percepatan program biogas," ucapnya.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini